Klik Daftar WEB Untuk Register

Thursday, March 15, 2018

Masjid Tertua di Lombok: Beleq Bayan dan Perayaan legendaris di Festival Bau Nyale

Masjid Tertua di Lombok: Beleq Bayan
Masjid Tertua di Lombok: Beleq Bayan

Berdiri sejak abad ke-17, Beleq Bayan adalah masjid pertama yang dibangun oleh warga Lombok saat mereka pertama memeluk Islam. Sekarang masjid tersebut tidak lagi digunakan untuk sholat setiap hari, namun telah menjadi simbol bersejarah di daerah tersebut.

Struktur masjid itu memiliki keunikan tersendiri. Dibangun dengan bahan alami – kayu, anyaman bambu, kayu nangka, tanah liat dan gula aren, sehingga penduduk setempat harus merawatnya setiap enam tahun.

Bentuk atapnya memiliki pengaruh Hindu dan Jawa, yang merupakan bagian dari kehidupan penduduk setempat sebelum Islam. Keempat pilar tersebut terdiri dari hiasan dalam bentuk ikan, burung, naga dan lainnya, dan masing-masing memiliki makna simbolis tersendiri.



Di dalam masjid, terdapat makam dua tokoh penyebar agama Islam. Ada juga kentongan yang digunakan untuk komunikasi di masa lalu.

Anda akan diminta mengenakan pakaian tradisional Sasak jika Anda berkunjung saat perayaan keagamaan.

Tiket Masuk: Tidak ada biaya yang dikenakan, namun pengunjung diharapkan memberikan donasi seikhlasnya.
Lokasi: Desa Bayan, Lombok Utara, Bayan, Lombok, NTB 83354
Cara ke Sana: Bayan terletak sekitar 85 km sebelah utara Mataram. Begitu sampai di desa, masjid tersebut berada 1 km sebelah timur persimpangan jalan menuju Senaru

 Perayaan legendaris di Festival Bau Nyale


Tradisi abad ke-16 ini ditujukan untuk memperingati legenda Putri Mandalika, putri Raja Tonjang Baru, penguasa kerajaan yang makmur di Lombok Selatan.

Puncak acara ini biasanya diadakan setiap 16-17 Februari. Penentuan tanggal tersebut sudah ditetapkan sesuai kesepakatan dan musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat. Namun, acaranya sendiri berlangsung sekitar tanggal 10-17 Februari. Perayaan tahunan ini diadakan di Pantai Seger namun juga hingga ke Kaliantan dan Kuta.

Konon, banyak pangeran dari berbagai kerajaan ingin menikahi sang putri, dan ini mengakibatkan perselisihan di antara mereka. Untuk mencegah perselisihan lebih jauh, sang putri memutuskan menyerahkan diri pada semua orang daripada hanya pada satu orang dengan cara melompat ke laut. Ketika orang-orang mencoba menyelamatkannya, jari mereka terjerat cacing Nyale, yang mereka anggap sebagai rambutnya. Maka Bau Nyale (yang berarti ‘menangkap cacing’) adalah nama yang diberikan pada festival ini.


Selama festival berlangsung, acara yang diadakan termasuk menangkap cacing, memberi buah tangan kepada orang yang Anda cintai dan menyanyikan lagu-lagu rakyat. Anda juga bisa mengikuti pertunjukan teater dan drama musikal yang menceritakan kisah legendaris asal muasal festival ini.

Lokasi: Pantai Seger, Pantai Kuta, dan Pantai Kaliantan, Lombok, NTB


Apakah Anda tertarik untuk segera berkunjung ke Lombok setelah membaca artikel ini? Jangan lupa ajak kawan-kawan Anda untuk turut menikmati keindahan Lombok!



No comments:

Post a Comment